Kamis, 16 Januari 2020

Perjodohan


“Gimana sih mbah caranya, supaya saya bisa mendapat jodoh yang baik?” begitu pertanyaan ini sering berulang ditanyakan ke diri simbah. Pertanyaan ini biasa simbah jawab dengan beragam jawaban, tergantung apakah si penanya ini type pemburu ataukah type yang suka diburu. Untuk type pemburu, simbah suka menasehatkan :

“Lha sampeyan mau mburu apa? Kalo mau mburu kijang, ya jangan blusukan turut waduk! Ntar dapetnya wader sama mujair. Lha kalo mau mburu ikan, ya jangan byayakan masup ke padang pasir. Ntar ketemunya ikan dendeng doang…!”


Biasanya kalo si penanya lepel otaknya hanya lulusan SD, atau lulusan S1 tapi nyogok lanjut bertanya…

“Maksudnya apa itu mbah?”

“Gini lho Dul… Kalau kamu memang mau nyari jodoh yang baik, ya carilah ke tempat-tempat yang baik. Orang-orang baik hanya akan betah tinggal di lingkungan yang sehabitat dengan dirinya, yakni lingkungan yang baik. Cuma masalahnya, kata “baik” itu beda-beda miturut isi jidat masing-masing.”


“Maksudnya apa itu mbah?”

“Lha kalo itu orang dengan latar belakang ilmu agamanya mantabh, yang namanya jodoh yang baik itu ya yang penting sholeh, ngibadahnya tekun, menahan pandangan, gak plerak-plerok kayak kadal ijo, trus patuh tunduk sama rambu-rambu syareat. Tapi kalo orang itu latar belakangnya pemuas syahwat, jodoh yang baek itu ya pokoke yang nyakdhut, moleq monthoq (dibaca dengan qolqolah), mulus, murah senyum, nyah-nyoh, dan cemekel. Masalah ngibadah nomer sewidak rolas. Dan masing-masingnya pasti mendapat sesuai kriterianya.”


“Kok bisa gitu, maksudnya apa itu mbah?”

“Lhaiyo, lha kalo sampeyan macak jadi macan, tentu saja ngiler dan ngeces kalo weruh dan lihat daging. Dikasih rumput mukok-mukok wal muntah. Tapi kalo sampeyan macak jadi wedhus bin gembel, lihat krokot dan rumput semrinthil ndekati…. Jadi mesti klop dengan cocokannya…”

Itu type Pemburu. Nah ada juga yang type diburu. Inipun wejangannya lain lagi…

“Maksudnya apa itu mbah?”

“Wooo… sontoloyo.. bola-bali kok pertanyaannya gitu…!”


“Maap mbah, saya memang sontoloyo.. ha wong propesi saya angon bebek je…”

“Gini lho Sont… Untuk type yang diburu, ya tinggal milih didatengi siapa… Kalo macak jadi daging, ya yang ndatengi dan nyaplok pasti macan dan sebangsanya. Tapi kalo macak jadi suket, ya jangan salahkan siapa-siapa kalo yang nyaplok itu wedhus dan wadyabalanya.”


Dan rupanya itupun terjadi di dunia perbloggeran. Jika sampeyan punya blog, sebenarnya blog itu ibarat piringnya. kalo sampeyan isi gereh petek sama iwak cethul, ya jangan heran kalo yang mampir kesitu adalah kucing. Atau sampeyan isi bekatul, ya mesti saja dirubung dan dithotholi pitik. Karena hanya orang-orang yang sreg dan sejodoh dengan isi blog itulah yang bertahan menanti dan membaca hidangan yang sesuai dengan seleranya.

Akhirnya, memang sebuah blog dengan tulisannya. tidak akan bisa memuaskan semua pihak. Yang sejodoh akan mendukung, dan yang tak sejodoh akan mengingkari. Sebagaimana satu quote yang pernah dilontarkan Bill Cosby :

“Saya tidak tahu apa itu kunci kesuksesan. Namun saya tahu kunci kegagalan, yakni jika anda berusaha memuaskan semua orang.”


Satu cerita pernah dibawakan oleh kalangan tabiin, bahwa mereka terheran-heran dengan adanya seekor burung merak yang runtang-runtung rukun dengan seekor burung gagak. Sebagaimana diketahui, burung merak adalah lambang keindahan, sedangkan burung gagak adalah lambang keburukan dan kengerian… tapi kok bisa rukun. Apa yang mbikin mereka bisa sejodoh? 
Rupanya setelah diamati, kedua burung itu sama-sama pincang. Mereka diikat oleh kesamaan nasib… pincang.

Yang namanya kebaikan hanya akan disukai dan dicintai oleh orang-orang baik. Dan orang-orang baik hanya akan berkumpul dan berjodoh dalam pertemanan hanya dengan orang baik yang lain. Imam Syafii menasehati kita…

“Nilailah saudaramu, dengan cara melihat dengan siapa mereka berteman dan bergaul…!”
Kanjeng Nabi saw bersabda, “Ruh itu saling berjodoh. Yang sejalan dan cocok akan saling mengenali dan berkumpul, sedangkan yang tak sejalan dan bertentangan akan saling mengingkari…..”

Simbah gak tahu, sampeyan orang yang gimana. Tapi simbah hanya berharap, semoga hanya orang-orang baiklah yang menyukai blog simbah…. ;)


Tidak ada komentar:

Posting Komentar