Beberapa waktu lalu simbah
mendapat kabar bahwa beberapa perusahaan leasing mobil di Jakarta ini terancam
kukut. Penyebab yang langsung dituding adalah krisis keuangan global. Karena
sampai saat ini kata-kata “krisis keuangan global” adalah kata-kata ampuh untuk
dijadikan biang kerok segala macam kejadian yang gak mbejaji. Tersiar pula
kabar bahwa beberapa perusahaan tekstil dan industri lain mulai memanggil
karyawan-karyawannya untuk ditawari memilih satu diantara 2 opsi. Yakni pilih
mundur teratur atau mundur kabur. Jika mundur teratur akan disangoni walau gak
mitayani. Tapi kalau mau bertahan, diramalkan di awal tahun 2009 perusahaan
akan kolaps dan karyawan jangan harap dapat pesangon apapun, karena pemilik
perusahaannya gak bakalan mampu dan justru memilih kabur dari tanggung jawab.
Kang Waluyo Pithut, salah
seorang pemilik showroom mobil di bilangan Jatinegara mulai menggerutu, “Sebetulnya
krisis ini apa tho penyebabnya? Katanya semua ini gara-gara Amerika Koplo.
Gara-gara kelakuan mbejat segelintir jidat saja kok mbikin dunia jungkir
balik,” keluhnya.
Simbah sendiri gak begitu paham
perihal teori-teori ekonomi yang dipakai oleh ahli-ahli ekonomi dunia itu. Tapi
yang jelas segala bentuk teori ekonomi yang sekarang ini dipakai, ternyata
berujung pada krisis keuangan global seperti sekarang ini. Hampir semua ahli
ekonomi menyusun kebijakan ekonominya untuk menyejahterakan rakyatnya. Semua
negara menerapkan kebijakan ekonominya berdasarkan saran ahli-ahli ekonominya.
Namun melihat krisis keuangan yang sekarang ini sedang melanda, timbul rasa
skeptis pada diri para ahli ekonomi itu. Jangan-jangan segala macam bentuk
teori ekonomi yang sekarang ini dijalani dan diubal-ubal ajarannya itu
sebenarnya semuanya hanyalah sekumpulan “Bull” yang ketemu “Shit” alias omdo.
Maka tak heran jika lantas para ekonom mulai mengevaluasi segala macam teori
ekonomi yang sebelumnya dipegang menjadi setengah agama itu, baik teori ekonomi
kapitalis, sosialis, komunis maupun yang cuma pringas-pringis.
Menurut kang Waluyo Pithut yang
memang tak pernah mengenyam sekolah sampai tamat dan tak pernah belajar teori
ekonomi yang ndakik-ndakik, segala bencana ekonomi dunia saat ini sebenarnya
diawali oleh perangnya si Bush lawan Saddam Husein yang melibatkan rakyatnya.
Perang yang akhirnya membahayakan ekonomi Amerika Koplo, didukung oleh
meroketnya harga minyak dunia dan perilaku korup yahudi amerika dengan sistem
ribanya, menjadi ramuan manjur buat membangkrutkan dan memberantakkan tatanan
ekonomi dunia.
Kelakuan Amerika Koplo yang
dengan tak sopan mengangkangi negara-negara kecil tak bersenjata demi minyak,
hampir tiap hari ditayangkan di tipi. Kelakuan mbejat Amerika koplo dengan
segala kelicikannya hampir setiap hari dipertontonkan di hadapan kang Waluyo
Pithut sang pemilik showroom, pada Pak Min si penjual sego kucing, pada Lik
Gemblong seorang pengusaha odhong-odhong, atau pada pejabat semi penjahat yang
memegang keputusan dan kebijakan. Semuanya tak sadar, bahwa tontonan yang
dipertunjukkan Amerika Koplo di tipi itulah yang akhirnya mengukut showroomnya
Kang waluyo Pithut, mengancam harga bandeng di segonya Pak Min, menggerogoti
kempolnya Lik Gemblong yang mengayuh odhong-odhong tanpa penumpang dan membuat
jidat pejabat terembat lantaran puyeng mikir tuntutan rakyat yang sekarat.
Kanjeng Nabi menggambarkan
perilaku Amerika Koplo itu ibarat serombongan idiot yang sedang melobangi dasar
perahu karena hendak mengambil air di bawahnya, lantaran jikalau harus turun
naik ngambil air terlalu jauh jaraknya. Sedangkan kita semua ini adalah penumpang
di perahu tersebut, namun hanya bengong ngowoh melihat keidiotan sang pembocor
perahu tanpa ada yang mengingatkan atau menegur. Di antara penumpang perahu itu
ada yang sedang sholat, ada yang sedang doa hewes-hewes, ada yang sedang
ndikir, ada yang sedang mbaca kitabullah, namun tak satupun yang menegur
perilaku sang idiot yang sedang melobangi perahu. Manakala perahu mulai karam,
semua panik. Pertunjukan koplo sang idiot rupanya membahayakan banyak jiwa
dengan karamnya kapal. Sang ahli sholat heran, ha wong dirinya rajin sholat kok
ikut karam. Sang tukang doa juga heran, ha wong tiap hari mendoa sapu jagad kok
juga ikut mau karam. Sang ahli ndikir dan baca kitabullah juga kaget, ha wong
selama ini selalu basah lidahnya mengingat Allah kok mau karam juga. Semuanya
lupa, karamnya mereka itu lantaran tak ada satupun yang menghentikan upaya
idiot sang pembocor kapal.
Salah seorang pasien simbah
pernah bertanya, “Mbah, ha wong gara-gara segelintir orang kok semua harus
nanggung. Kok bisa begitu itu gimana nalarnya?”
Simbah jawab, “Sampeyan tahu
kan, komplek kita ini dulunya tak ada yang namanya polisi tidur. Semua pemakai jalan bisa berjalan dengan
mulus tanpa harus ngerem-ngerem menghindari gajlugan polisi tidur. Lalu
tiba-tiba ada seorang idiot bergaya Palentino Rosi lewat hampir nyerempet
seorang anak kecil yang sedang main di jalan. Dari situlah orang berpikir untuk
memasang polisi tidur walau sebenarnya bisa ditempuh dulu dengan menasehati
pemakai jalan itu. Namun karena tak ada yang amar makrup nahi mungkar dipasanglah
polisi tidur, bahkan sampai ada yang masang polisi nungging karena saking
tingginya. Saya tanya sampeyan, jika sudah dipasangi polisi nungging itu, yang
kena gajlugan apakah cuma si begajul ngebut ala Palentino Rosi tadi atau semua
pemakai jalan termasuk yang ati-ati? Bahkan mbah Wiryo Setliko yang ngonthel
dengan kecepatan siput pincang pun terpaksa kena gajlugannya si polisi tidur
itu.”
“Masuk
akal juga.” Kata pasien simbah tersebut.
Memang
harus ada upaya amar makruf nahi munkar kepada para penguasa dunia, bahwa yang
mereka upayakan saat ini adalah upaya idiot membocori kapal yang bisa
menimbulkan bencana karam global. Amar makruf nahi munkar lah yang
menyelamatkan kapal dunia dari bencana karam global. Memang masih ada ratusan
juta bahkan milyaran bibir yang berdoa, berdikir, menengadahkan tangan minta
keselamatan pada Penguasa Alam Semesta. Namun Sang Pencipta sudah memberi
isyarat pada kita semua,
“Kalian sendiri bisa menyelamatkan nasib kalian.
Ada upaya yang bisa kalian tempuh, mengapa tidak kalian tempuh? Mengapa kalian suruh Aku menyelesaikan
masalah kalian, sementara jalan penyelesaian sudah Aku tunjukkan pada kalian?”
Tidak ada komentar:
Posting Komentar