Anak-anak jelas kecewa. Tapi ibunya anak-anak gak gitu. Dia bilang, kalopun lele itu digoreng dia gak akan tega makan lele itu. Soalnya mbah putri paling jijik sama yang namanya kecoa. Simbah nanya :
“Lha lele yang dijual di pasar itu makanannya juga njijiki semua, ada yang dipakani bangkai ayam, bangkai tikus, juga kelabang dan kecoa….Kok doyan juga makan..??”
Mbah Putri langsung njawab, “Lha iya, tapi
Oalaah... jadi gara-gara melihat yang njijiki tadi jadi gak tega makan lelenya. Kalo gak lihat ya ayo aja… Tapi memang kebanyakan manusia begitu kok. Secara umum barang yang njijiki, atau setidaknya dianggap nggilani itu gak enak dipandang mata. Mbikin neg, dan tidak nyaman di hati. Makanya hal-hal begituan paling gak enak buat dilihat dan dirasa.
Namun ternyata, hal-hal yang gak enak dipandang mata itu tak bisa dipungkiri bertebaran di sekitar kita, bahkan di seantero dunia. Kemiskinan, pembantaian, pemerkosaan, korban bencana alam, kelaparan, korban peperangan dan lain sebagainya.
Beberapa orang males lihat berita gara-gara gak kuat lihat hal-hal begituan. Yang lainnya lebih seneng liyat sinetron bertabur bintang yang kinyis-kinyis, denok deblong, dan nyakdhut. Dengan rumah yang tumpuk undhung, dan mobil mewah yang catnya bisa buat nginang sinambi ngilo.
Maka tatkala dikatakan ada pembantaian Suriah dan di
Melihat pengemis di jalanan, memang gak nyaman. Melihat gubug-gubug di bantaran kali, anak-anak balita ngamen, sastrawan gothot berpuisi, pedagang kaki
Atau seperti orang di ruangan tertutup berdebu, yang suatu saat jendelanya terbuka trus sinar matahari masup. Lhadalah.. dia baru sadar kalo ruangannya berdebu parah. Solusinya mudah, jendelanya ditutup saja. Debunya masih, tapi yang jelas
Di level kesehatan juga begitu. Banyak pasien yang gak mau diperiksa kondisi keseluruhan tubuhnya, dalam artian medical check up. Alasannya ntar malah ketahuan ada penyakit macem-macem. Mending gak usah tahu sekalian. Sebagian lebih suka langsung dikasih obat tanpa harus tahu penyakitnya. Dan ini ladang subur buat terapis alternatif abal-abal yang sukanya main kasih terapi tanpa harus mendiagnosa, ha wong memang gak pernah belajar tentang diagnosa.
Yah itulah manungso. Padahal salah satu kunci keberhasilan manusia adalah berani menghadapi kenyataan. Jangan malah bersembunyi dan menghibur diri lari dari kenyataan. Saat masih berkubang maksiat, menghibur diri : “Allah

Tidak ada komentar:
Posting Komentar